Dua Ekor Penyu Disita dari Pemilik Illegal

Posted on by admin

penyuSPORC (Satuan Polhut Reaksi Cepat) dan POLHUT Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali (Balai KSDA Bali), menyita dua ekor satwa langka dari pemilik tidak sah, Senin (25/01) di Desa Kedonganan, Kuta.
Dua ekor satwa langka tersebut adalah jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) , keduanya merupakan satwa liar yang statusnya dilindungi Undang-undang. Satwa-satwa tersebut di ambil di sebuah Villa di wilayah Pantai Kedonganan, sayang, ketika petugas datang ke lokasi, pemilik Villa sedang tidak ada ditempat.
Menurut keterangan salah satu karyawan Villa, penyu-penyu tersebut ditemukan terdampar di pantai setempat beberapa hari yang lalu. Dengan dalih “cinta satwa”, akhirnya satwa-satwa tersebut dipelihara di salah satu kolam sempit yang jauh dari standar animal welfare.
Keberadaan satwa-satwa tersebut diperoleh dari informasi salah satu wisatawan asing dan masyarakat setempat. Berbekal informasi tersebut, Kepala Balai KSDA Bali langsung memerintahkan tim untuk segera dilakukan penyitaan.
Satwa reptil purba yang terus mengalami penurunan populasi di alam tersebut, saat ini diamankan disalah satu kelompok masyarakat pelestari penyu di Desa Serangan sebagai barang bukti. Kasus kepemilikan satwa ini, saat ini sedang didalami oleh Penyidik Balai KSDA Bali.
Menurut PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan satwa Liar, Penyu-penyu tersebut termasuk satwa dalam kategori dilindungi. Jadi, Pelanggaran terhadap Satwa tersebut (kepemilikan, perdagangan, perburuan dll) bahkan memiliki bagian dari tubuh satwa tersebut dapat dijerat pasal 21 ayat (2) huruf (a) jungto pasal 40 ayat (2) Undang-undang RI No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dengan ancaman penjara 5 tahun dan denda sebesar Rp.100juta./ksda-bali-2010.

This entry was posted in Berita Terbaru and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.


  • http://www.ksda-bali.go.id admin

    silahkan…..