Ijin Penangkaran Jalak Bali (Leucopsar rotschildi)

Posted on by admin

2-32Disampaikan kepada seluruh pemilik Burung Jalak Bali di wilayah Propinsi Bali….!!!

Menindaklanjuti surat Direktur KKH No: S.660/KKH-2/2009 tanggal 27 Oktober 2009, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Saat ini, pelaksanaan pemeliharaan dan pengembangbiakan Jalak Bali oleh masyarakat dan pe-hobi yang belum      memiliki ijin penangkaran diperkirakan jumlahnya cukup banyak dan telah berhasil.
  2. Namun demikian, karena masyarakat menganggap bahwa persyaratan dan prosedur pengurusan untuk mendapatkan ijin penangkaran dianggap rumit dan memberatkan, sehingga menurunkan minat masyarakat untuk memproses ijin dan banyak beralih untuk mengkarkan jenis lain. Akibatnya kegiatan penangkaran dan perdagangan jalak Bali banyak dilakukan secara illegal/tersembunyi sehingga menyebabkan monopoli dan penyalahgunaan ijin oleh penangkar yang sudah mempunyai ijin penangkaran serta memperlambat peningkatan populasi Jalak Bali secara ek-situ.
  3. Sehubungan dengan hal tersebut, kami sampaikan kepada masyarakat dan pe-hobi yang belum memiliki ijin penangkaran untuk segera memproses ijin penangkaran dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan No.: P.19/Menhut-II/2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan satwa dan Surat Edaran Dirjen PHKA No. SE.2/IV-Set/2009 tanggal 23 Juli 2009 tentang Penerbitan Ijin Penangkaran Satwa Liar Dilindungi Generasi ke-2 (F2) dan seterusnya. Sambil menunggu terbitnya Peraturan Dirjen PHKA tentang Pedoman Penyusunan Proposal Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar, terlampir contoh format proposal permohonan ijin penangkaran tumbuhan dan satwa liar.
  4. Apabila dalam kurun waktu sampai dengan tanggal 30 April 2010 masih belum mengajukan permohonan ijin penangkaran Jalak Bali, maka kepada yang bersangkutan akan diambil langkah-langkah hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian untuk dilaksanakan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Kepala Balai,

ttd

I S T A N T O

This entry was posted in Artikel, Berita Terbaru and tagged , , . Bookmark the permalink.


  • http://www.ksda-bali.go.id admin

    Partisipasi dalam hal apa? Kalau penangkaran, syarat utama adalah dokumen legalitas satwa (induk) harus jelas dan legal, misal hasil penangkaran (yang sah) serta beberapa syarat admintrasi lainnya (Permohonan,proposal, KTP, SITU/HO (surat ket tempat serendah2nya dari Camat setempat), BAP persiapan teknis dan Rekomendasi dari Ka. Seksi Wilayah.

  • http://www.ksda-bali.go.id admin

    Ya, harus ada ijin, googling saja Permenhut No: P.19/Menhut-II/2005 tentang penangkaran tumbuhan dan satwa liar..

  • http://www.ksda-bali.go.id admin

    Merak yang anda miliki jelas asal usulnya tidak (bukti sah) bukan tangkap di alam?

  • http://www.ksda-bali.go.id admin

    Anda perlu urus Ijin penangkaran (Dikeluarkan oleh Ka. Balai), kemudian jika sudah berhasil urus ijin edar dalam negeri (dikeluarkan Ka. Balai).

  • Farah Fuji Hardini

    Bisa minta alamat e-mail BKSDA Bali

  • http://www.ksda-bali.go.id admin
  • nugi

    sya mau tanya pak, klo buat proses agar kta mendapatkan ijin penangkaran jalak bali itu cara nya gmana..? trus ada biaya gk yg harus di keluarkan dlm proses trsebut, klo ada kira-kira brapa…??? soalnya saya minat mau menangkarkan burung jalak bali.