TWA Sangeh

Letak

Secara geografis kawasan TWA Sangeh terletak  pada 8°28’43” – 8°28’54” LS dan 115°12’13” – 115°12’31 BT, sedangkan secara administratif termasuk wilayah  Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Kawasan ini termasuk ke dalam SWP DAS Pangi Ayung. TWA Sangeh berada di wilayah Resort KSDA Badung, Seksi Konservasi Wilayah I Balai KSDA Bali.

Status dan Luas

  • Sebelumnya lebih dikenal dengan nama Obyek Kera Bukit Sari Sangeh yang di dalam kawasannya terdapat Pura peninggalan Kerajaan Mengwi abad XVII. Dalam perkembangannyaSangeh menjadi salah satu obyek wisata tertua di Bali.
  • Berdasarkan surat penetapan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 90 tanggal 21 Pebruari 1919, kelompok hutan Sangeh seluas 9,8 Ha, sebagai Cagar Alam (Natuurmonumenten)
  • Berdasarkan hasil  pengukuran dan penataan batas oleh Balai Planologi Kehutanan Wilayah IV Nusa Tenggara pada tanggal 31 Juli 1979 diperoleh luas definitif atas Cagar Alam Sangeh seluas 10,8 Ha.
  • Berdasarkan berita acara tata batas tambahan Cagar Alam Sangeh (RTK.21) tanggal 19 Mei 1990 diperluas dengan menambahkan lahan kompensasi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) seluas 3, 169 Ha, sehingga luas CagarAlam Sangeh menjadi 13,969 Ha.
  • Berdasarkan surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 87/Kpts-11/93 tanggal 16 Pebruari 1993, tentang perubahan fungsi Cagar Alam Sangeh yang terletak di Kabupaten  Badung, Propinsi Bali, seluas 13,969 Ha menjadi Taman Wisata Alam Sangeh.
  • Kawasan TWA Sangeh ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.203/Menhut-II/2014 tanggal 03 Maret 2014 tentang Penetapan Kawasan Taman Wisata Alam Sangeh (RTK.21) Seluas 13,91 Ha di Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Batas Kawasan

–  Sebelah Utara : persawahan

–  Sebelah Timur : Jalan Raya Denpasar-Petang

–  Sebelah Selatan : areal parkir dan pertokoan souvenir

–  Sebelah Barat : Sungai/Tukad Yeh Penet

Topografi

Terletak  di  ketinggian  100-150  m  dari  permukaan  laut. Topografi daratan mempunyai bentuk wilayah landai. Kemiringan antara 0- 5%, panjang  lereng  10 – 25 m, bentuk lahan mikro berupa dataran dan lembah.

Geologi

Proses geomorfologi yang dominan adalah proses erosi dan pengendapan. Proses erosi yang aktif terjadi pada lembah Tukad (Sungai) Yeh Penet yang merupakan batas sebelah barat dari TWA Sangeh. Lokasi TWA Sangeh pada litologi dari Formasi endapan Gunung Api Buyan-Beratan-Batur Purba (Qbb).

Formasi ini merupakan campuran  dari bahan Vulkanik yang berupa tuff, lava, lahar dan abu. Secara umum formasi ini membentuk lapisan yang tersortasi baik pemisahan batu besar sampai ukuran yang kecil (kerikil), nama formasinya menunjukkan umur Quarter.

Tanah

Jenis tanah menurut klasifikasi Nasional (Pusat Penelitian Tanah) adalah Latosol Coklat kekuningan. Menurut klasifikasi taksonomi, jenis tanahnya tergolong order lnceptisol dan pada subgroup termasuk Typic Tropaquepts.

lklim

Berdasarkan klasifikasi Koppen termasuk tipe iklim Aw, yaitu iklim tropis yang dicirikan dengan suhu dan kelembaban udara cukup tinggi, curah hujan cukup dan bermusim. Berdasarkan  Schmidht dan Fergusson termasuk tipe iklim C, yang dicirikan oleh adanya rata-rata bulan basah (bb} 5-6 bulan yaitu pada bulan Nopember s/d Maret dan bulan kering (bk) 6-7 bu Ian yaitu pada bu Ian April-Oktober.

Suhu udara rata-rata bulanan adalah 26,7°C dengan suhu maksimum rata-rata 30,4°C dan suhu udara minimum 23,4°C. Kelembaban udara relatif bulanan 79,3%.  Curah hujan yang terjadi adalah 1.230 mm/tahun dengan jumlah hari hujan rata-rata 96 hari.

Arah dan kecepatan angin tergantung pada musim dengan kecepatan 9,8  –  16,0  km/jam dengan arah dari Tenggara dan Timur pada musim kemarau dan dari Barat Laut pada musim hujan. lntensitas radiasi matahari berkisar 11,5-12,7 jam/hari.

Hidrologi

Hidrologi kawasan TWA Sangeh secara umum merupakan sistem hidrologi vulkanis yang terletak pada daerah munculnya air tanah. Peta hidrogelogi menunjukan daerah itu mempunyai aquifer yang baik, debit air lebih dari  15 l/dt. Air permukaan berupa air sungai yang terletak di sebelah barat kawasan dengan aliran yang konstan (Tukad Yeh Penet).

Flora

Jenis flora yang mendominasi dan khas di TWA Sangeh adalah tegakan Pala (Dipterocarpus trinervis). Jenis flora lain yang bisa ditemukan di kawasan ini di antaranya Beringin (Ficus sp.), Nyamplung/Camplung (Callophyllum inophyllum), Mundeh (Garcinia celebica), Basa-Basa (Clausena anisata), Udu (Litsea sp.), Julut (Litsea glutinosa), Cempaka Kuning (Michelia champaca), Cempaka (Michelia alba), Juwet (Syzygiun cumim), Anggrek (Eria sp.), Buni (Antidesma bunius), Mahoni (Swietenia macrophylla), Majegau (Dysoxylum densiflorum), Pule (Alstonia scholaris), Lempeni (Ardesia humilis), Keruwak (lpomoea alba), Bergiding (Hiptage benghalensis), Purnajiwa (Euchresta horsfieldii), Brun Pron (Anamirta cocculus), Saga/Wengkal (Adenanthera pavonina),   Kewaluh (Corymborchis veratrifolia), Peji (Arenga pinnata), Peradangan (Pipercaninum), Teket bukal (Zyzyphus horsfielddil), dll.

Fauna

Jenis satwa liar yang mendominasi di TWA Sangeh adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dengan populasi ± 600 ekoryang terbagi menjadi 3 kelompok. Satwa liar lainnya yang dapat dijumpai di dalam kawasan maupun di sekitar kawasan beberapa di antaranya:

Aves:

Kipasan (Rhipidura javanica), Tekukur (Streptopelia chinensis), Elang Bondol (Haliastur indus), Kepodang (Oriulus chinensis), Kutilang (Pycnonotus aurigaster), Perkutut (Geopelia striata), Alap-Alap (Accipiter badius) Burung-madu Kelapa (Anthreptes malacensis), Gagak (Corvus enca), Bangau Sendang-lawe (Ciconia episcopus), Kuntul Kecil (Egretta garzetta), Kuntul Perak (Egretta intermedia), Elang Ular Bido (Spilornis cheela), Jalak suren (Sturnus contra), Jalak Putih (Sturnus melanopterus), Puyuh (Turnix suscitator), dll.

Mamalia:

Musang (Paradoxurus hermaphroditus), Tupai kekes (Tupaia javanica), Kelelelawar (Pteropus edulis), dll.

Reptilia:

Tokek (Gecko gecko), Kadal (Mabouya multifasciata), dll

lnsecta:

Kupu-Kupu (Ordo Lepidoptera), dll

Amphibia:

Kodok (Bufo sp.), dll.

Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di TWA Sangeh seolah-olah berada di kerajaan mereka sendiri, berkelompok dan masing-masing kelompok memiliki seekor pemimpin. Pemimpin kelompok hidup di wilayah  yang paling luas. Peraturan di kelompok mirip kerajaan manusia, misalnya pemimpin kelompok harus diutamakan dalam pembagian makanan, kawin dan sebagainya.

Pura adalah tempat suci untuk memuja Hyang Widhi Wasa dalam segala Prabawa (manifestasi-NYA) dan Atma Sidha Dewata (Roh Suci Leluhur). Di samping dipergunakan istilah Pura untuk menyebut  tempat  suci  atau  tempat  pemujaan, dipergunakan juga istilah Kahyangan atau Parhyangan.

Pura adalah tempat suci umat Hindu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi Wasa dalam segala Prabawa-NYA (manifestasi-NYA) dan atau Atma Sidha Dewata (Roh Suci Leluhur) dengan sarana upacara yadnya sebagai perwujudan dari Tri Marga.

Pura BukitSari

Pura Bukit Sari, terletak agak di tengah pada bagian Barat. Menurut Parisada Hindu Dharma Indonesia, terdapat 36 bangunan suci di kawasan TWA ini. Hutan pala di Desa Sangeh tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan Pura Bu kit Sari yang berada di tengah hutan pala tersebut.

Hutan pala ini disebut Bukit Sari, meskipun daerah dimana pohon pala itu tumbuh berupa dataran saja bukan bukit. Dalam bahasa Sansekerta  kata “pala” artinya melindungi, sedangkan  kata “phala” artinya buah.

Adanya Pura Bukit Sari di hutan pohon pala Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung ini diceritakan secara mitologis dalam Lontar Babad Mengwi.

Pura Tirtha

Pura Tirtha, terletak di tepi jalan raya Denpasar-Petang dan di sebelah Timur kawasan TWA Sangeh. Pura ini terdiri dari satu pelinggih yang berbentuk tugu.

Pura Melanting

Pura Melanting terletak di dalam kawasan, ±200 m sebelah timur Pura Bukit Sari. Komplek pura ini terdiri dari beberapa bangunan, dengan bangunan berupa “Meru” tingkat tiga.

Pura Anyar

Pura Anyar terletak di sebelah tenggara kawasan, merupakan pengembangan dari Pura Batan Pule yang terletak di bawah pohon Pule. Komplek pura ini terbagi dalam dua bagian,  yaitu bagian luar untuk mempersiapkan sesaji dan bagian “jero” yang terdiri dari tiga bangunan yang merupakan pusat dari Kelompok Pura Anyar.

Wisata Alam

Memiliki keindahan panorama alam yang khas dan udara yang cukup sejuk dengan topografi yang datar yang dihiasi dengan tegakan Pala (Dipterocarpus trinervis) yang sangat khas dan mendominasi kawasan tersebut. Di sebelah Baral kawasan mempunyai panorama alam yang menarik, pemandangan yang hijau yang dihuni berbagai flora dan fauna, serta adanya kehidupan satwa monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dengan populasi sekitar 600 ekor yang terbagi ke dalam tiga kelompok, merupakan pemandangan yang sangat menarik.

Dengan potensi wisata alam tersebut, beberapa kegiatan wisata alam yang dapat dinikmati di kawasan antara lain menikmati panorama alam yang khas dan udara yang cukup sejuk, interpretasi alam dan lingkungan, rekreasi, pengamatan satwa (wildlife watching), wisata pendidikan dan penelitian untuk pengamatan dan  penelitian  satwa  liar, khususnya monyet ekor panjang, wisata sejarah antara lain sejarah pura peninggalan Kerajaan Mengwi abad XVII, wisata budaya, wisata spriritual dengan upacara keagamaan  umat Hindhu  – Bali, menjadi daya tarik wisatawan dalam  negeri dan wisatawan mancanegara, dan berfoto (photo hunting)