TWA Sangeh


Status Kawasan
Status kawasan ini sebelumnya adalah Cagar Alam. Dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 87/Kpts-II/1993 tanggal 16 Pebruari 1993, status Cagar Alam diubah menjadi Taman Wisata Alam dengan luas 13, 97 Ha.

Peta Lokasi

Cagar Alam Sangeh

Lokasi dan Aksesibilitas
Taman Wisata Alam Sangeh terletak di Desa Sangeh Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Termasuk dalam Register Tanah Kehutanan (RTK) 21, Kelompok Hutan Sangeh, yang terletak pada koordinat geografis 8°27′- 8°29 LS dan 115°12′- 115°13′ BT, dengan jarak ± 25 km di utara Kota Denpasar.
Kelompok Hutan Sangeh hanya terdiri dari Taman Wisata Alam Sangeh, terdiri dari hutan alam seluas 13,97 Ha. Kelompok atau Kawasan Hutan ini terletak ditengah persawahan dan pemukiman.
Batas kawasan TWA. Sangeh adalah :

  • Di sebelah utara : Desa Sangeh,
  • Di sebelah selatan : Desa Sangeh,
  • Di sebelah timur : Desa Sangeh,
  • Di sebelah barat : Desa Cau Blayu, Kabupaten Tabanan.

Untuk mencapai lokasi dapat mempergunakan kendaraan umum (minibus) dari Terminal Wangaya, Denpasar dengan jurusan Denpasar – Petang dan kemudian turun di Sangeh, dengan jarak ± 25 km dan waktu tempuh kurang lebih 30 menit perjalanan.

Tipe Ekosistem
Tipe ekosistem di TWA Sangeh termasuk tipe hutan dataran rendah, yang didominasi oleh jenis pohon Pala (Dipterocarpus trinervis) alam, suatu tipe ekosistem hutan Diterocarpus trinervis alam yang menempati luasan yang cukup besar, yang masih tersisa di Bali.
Ekosistem ini menjadi sangat penting dari aspek ilmu pengetahuan, karena pada saat ini hutan alam jenis Dipterocarpus hanya dijumpai di Sumatera, dan Kalimantan.

Tujuan Pengelolaan
Penetapan kawasan ini sebagai Taman Wisata Alam, bertujuan untuk :

  1. Melindungi ekosistem hutan Pala (Dipterocarpus trinervis) alam, dengan luasan yang relatif besar, sebagai ekosistem Pala alam yang mesih tersisa di Bali,
  2. Perlindungan dan pengawetan tumbuhan dan satwa liar yang langka dan penting, seperti pohon Pala (Dipterocarpus trinervis), Amplas (Tetracera scandens), Buni (Antidesma bunius), dan jenis satwa seperti Elang (Haliaester indus), Alap-alap (Elanus hypoleucus), dan terutama Kera Abu (Macaca fascicularis), dan lain lain.
  3. Pelestarian budaya, berupa Pura Bukit Sari dan Pura Melanting, yang keduanya terletak didalam kawasan TWA.
  4. Pemanfaatan secara berkelanjutan potensi wisata alam yang didominasi oleh keberadaan koloni Kera Abu (Macaca fascicularis) dalam jumlah yang cukup banyak, dan jinak, maupun komunitas pohon Pala (Dipterocarpus trinervis) sebagai bahan kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Topografi dan Iklim
Keadaan topografi kawasan relatif datar dengan ketinggian antara 100 – 150 m dari permukaan laut (dpl). Menurut klasifikasi iklim Schmidt & Ferguson, iklim di kawasan ini termasuk kedalam iklim Tipe C dengan rata-rata curah hujan 2.700 – 3.200 mm/tahun dan suhu udara berkisar antara 18° C – 28° C.

Potensi Flora
Selain didominasi oleh Pohon Pala (Diptericarpus trinervis), terdapat jenis flora yang sudah mulai langka seperti Amplas (Tetracera scandens), Pule (Alstonia scholaris), Buni (Antidesma bunius), Cempaka Kuning (Michelia champaka), Kepohpoh (Buchanania arborescens) dan lain sebagainya.

Potensi Fauna
Kera Abu-abu (Macaca fascicularis), Alap-alap Sapi (Falco moluccensis), Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus), Elang Ular Bido (Spilornis cheela), Elang-alap Kawah (Falco peregrinus), Alap-alap Capung, Burung Hantu (Pypte alba javanica), Merbah Cerucuk (Picnonotus gouvier), Musang (Paradoxurus hermaproditus), Kucing Hutan (Felis bengalensis), Sendanglawe (Ciconia episcopus) dan lain sebagainya.

Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam
Daya tarik utama yang dimiliki oleh TWA. Sangeh adalah komunitas kera abu /kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang cukup jinak dan nakal, dengan jumlah pupolasi ± 400 ekor yang terbagi dalam tiga kelompok. Kera-kera tersebut sering bertingkah laku yang menarik pengunjung. Selain itu terdapat pula Tegakan Pohon Pala (Dipterocarpus trinervis) alam murni, yang sangat khas dan mendominasi jenis flora didalam kawasan ini.

Di dalam kawasan ini terdapat dua Pura (tempat suci umat Hindu) penting, yaitu Pura Bukit Sari dan Pura Melanting, yang menambah daya tarik khas kawasan ini. Selain daya tarik diatas, kawasan ini dekat dengan obyek wisata lainnya di wilayah Badung Utara seperti Taman Wisata Tanah Wuk, Taman Wisata Mumbul dan Taman Ayun di Mengwi. Obyek wisata ini diperuntukkan bagi rekreasi, wisata ilmiah/widya wisata sambil menikmati panorama alam yang khas dan udara yang sejuk

Sarana dan Prasarana
Disekitar kawasan telah tersedia sarana prasarana penunjang wisata yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, maupun perorangan antara lain MCK, tempat parkir, jasa pelayanan foto polaroid, art shop serta pemandu wisata. Didalam dan di sekeliling kawasan telah dibangun jalan setapak (yang dibangun oleh Desa Adat dan Pemerintah kabupaten Badung) sehingga pengunjung dapat dengan mudah mengelilingi kawasan ini. Juga tersedia pos jaga Resort KSDA Sangeh dengan petugas/tenaga pemandu yang siap memandu masuk kedalam kawasan.