Senin, 5 Pebruari 2018, Balai KSDA Bali yang diwakili oleh petugas Resort KSDA Karangasem melepasliarkan seekor  penyu hijau (Chelonia mydas) di Pantai Sengkidu, Desa Candidasa, Karangasem Bali. Pelepasliaran penyu tersebut dilakukan bersama Kelian Banjar Dinas Sengkidu, petugas KKP Nusa Penida, Penggiat Konservasi Penyu Nusa Penida dan masyarakat sekitar lokasi pelepasliaran.

Penyu hijau tersebut sebelumnya terdampar di Pulau Nusa Penida dan diselamatkan oleh nelayan sekitar Pantai Nusa Penida yang kemudian direhabilitasi oleh Penggiat Konservasi Penyu di Nusa Penida yang dikelola oleh Bapak Komang Wardana sejak tanggal 21 Januari 2018. Setelah penyu tersebut dalam kondisi baik, penyu tersebut dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Penyu hijau (Chelonia mydas) adalah penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga CheloniidaeHewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia. Mereka hidup di semua laut tropis dan subtropis, terutama di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Disebut sebagai penyu hijau karena tedapat lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkang penyu tersebut. Penyu hijau merupakan satu dari 6 jenis penyu di Indonesia yang paling sering ditemukan di Perairan  sekitar Pulau Bali.

Jumlah Penyu Hijau saat ini semakin berkurang karena banyak diburu untuk diambil pelindung tubuhnya (karapas dan platron) sebagai hiasan, telurnya sebagai sumber protein tinggi dan obat, juga dagingnya sebagai bahan makanan. Untuk itu upaya pelestarian terhadap satwa tersebut perlu dilakukan salah satunya dengan merehabilitasi penyu-penyu yang terdampar untuk kemudian dikembalikan ke habitatnya. Selain itu upaya penyadartahuan kepada masyarakat akan pentingnya upaya konservasi penyu harus terus digalakkan guna menjaga kelestarian satwa langka tersebut. SALAM KONSERVASI…!!!