Tanah Longsor di CA Batukahu

21 Desember 2016, telah terjadi bencana tanah longsor di kawasan Konservasi Cagar Alam (CA) Batukahu yang terletak di Kabupaten Tabanan dan berada di wilayah kerja Balai KSDA Bali. Berdasarkan laporan dari petugas BKSDA Bali dapat disampaikan sebagai berikut :

  1.  Tingginya curah  hujan  yang  terjadi  di  CA  Batukahu  pada  hari  Rabu  tanggal  21 Desember 2016  sekitar pukul 13.00 s/d 20.00 WITA menyebabkan  telah  terjadinya tanah longsor sekitar pukul 20.00 WITA.
  2. Bencana ini  terjadi  akibat  kondisi  topografi  kawasan  yang  sangat  curam  sehingga material pembentuk lereng hutan berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran serta pohon mati dan tumbang tersebut terbawa keluar lereng.
  3. Tercatat sebanyak 6 (enam) titik longsor di CA Batukahu, yaitu :
  • Bagian selatan Pura Teratai Bang (115° 08′ 54.1824″ E,8° 16′ 35.0040″ S), dengan lebar lereng yang terkena longsor 28 meter dan panjang 35 meter (luas 950 m2).
  • Pura  Beji  (115°  08′  52.5192″  E,8°  16′  31.6272″  S),  dengan  lebar  lereng  yang terkena longsor 12 meter dan panjang 20 meter (luas 240 m2).
  • Bagian barat Pura Beji (115° 08′ 49.5456″ E,8° 16′ 30.1728″ S), dengan lebar lereng yang terkena longsor 18 meter dan panjang 45 meter (luas 810 m2).
  • Bagian barat Pura Beji (115° 08′ 48.9768″ E,8° 16′ 29.3052″ S), dengan lebar lereng yang terkena longsor 25 meter dan panjang 35 meter (luas 875 m2).
  • Bagian barat Pura Beji (115° 08′ 46.3632″ E,8° 16′ 30.2268″ S), dengan lebar lereng yang terkena longsor 12 meter dan panjang 32 meter (luas 384 m2).
  • Bagian barat Pura Teratai Bang (115° 08′ 48.3396″ E,8° 16′ 32.0880″ S), denga lebar lereng yang terkena longsor 75 meter dan panjang 100 meter (luas 7500 m2).
  1. Akibat bencana longsor ini telah menimbulkan kerugian berupa tumbangnya pohon yang berada di sepanjang jalur longsor. Dari hasil pendataan yang dilakukan pada tanggal 23 Desember 2016, ditemukan sebanyak 66 pohon tumbang yang terdiri dari 17  jenis pohon. Adapun jenis pohon yang banyak tumbang adalah Cemara Geseng (13 pohon), Lenggung (13 pohon) dan Belantih (11 pohon), sedangkan sisanya adalah Seming (7 pohon), Ficus sp. dan Lemasih masing-masing 3 pohon,   Dadem, Bunut, dan Lateng masing-masing 2 pohon, Bayur, Cempaka Putih, Ceremai, Dadap, Kayu Batu, Nangi, Rijasa dan Seming masing-masing 1 pohon. Data-data hasil pendataan pohon tumbang pasca bencana tanah longsor di CA Batukahu terlampir pada Tabel 1.
  2. Longsoran material berupa bebatuan, tanah, pasir dan kayu yang terbawa arus air juga ini juga telah menimpa beberapa titik dan tersebar di kawasan CA Batukahu yang telah ditetapkan menjadi Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yaitu Kebun Raya Eka Karya Bali dan saat ini pihak Kebun Raya telah menutup akses masuk bagi pengunjung yang ingin masuk kawasan demi alasan keselamatan.
  3. Selain menimpa Kebun Raya, bencana longsor di CA Batukahu ini juga menimpa Pura Teratai Bang yang terletak di dalam kawasan CA Batukahu, dimana beberapa bangunan suci pura rusak parah terkena longsoran material.

Demikian hasil laporan dari BKSDA Bali untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

 

ttd

Kepala Balai KSDA Bali

Share to