Translokasi Satwa (Bon-bon) Orang utan Hasil Selundupan

Senin, 16 Desember 2019 berlokasi di Gedung Wistisabha Bandara Ngurah Rai Bali Balai BKSDA Bali telah melaksanakan konferensi pers translokasi Orang utan (a.n Bon-bon) dari Bali ke Sumatera Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh instansi terkait yaitu Kapolresta Denpasar, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Badung, General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kepala Kantor Otoritas Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kepala Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Kepala Polsek KP3 Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Ngurah Rai, Kepala Divisi Avsec Bandara I Gusti Ngurah Rai, Direktur PT. Taman Safari Indonesia III, Ketua JSI-JAAN, serta para junalis.
Bon-bon adalah orang utan sumatra (Pongo abelli) berjenis kelamin jantan berumur 2,5 tahun hasil sitaan Polisi Kehutanan. Pada tanggal 22 Maret 2019 lalu Polisi Kehutanan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Bon-bon ke luar negeri. Sejak diserahkan ke Balai KSDA Bali Bon-bon dititipkanrawatkan di Bali Safari dan Marine Park.

Translokasi satwa bekerjasama dengan maskapai Sriwijaya Air diberangkatkan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menuju Bandara Kualanamu Medan ke Sumatran Orang Utan Conservation Programme (SOCP) Sibolangit, Sumatera Utara.

SOCP dipilih menjadi lokasi rehabilitasi dan habituasi dengan pertimbangan berdasarkan tes DNA Laboratorium Genetika Molekuler merupakan Orang Utan Sumatera (pongo abelii) dan bahwa Bon-bon termasuk ke dalam jenis Orang yang cukup jinak. Oleh sifat jinak tersebut Bon-bon tidak dapat langsung di lepasliarkan di alam. Bon-bon diharuskan untuk mengikuti pelatihan/sekolah agar sifat liar dan kemandiriannya tumbuh, sehingga nantinya memiliki bekal ketrampilan bertahan di alam liarnya. Selamat jalan Bon-bon, semoga segera mendapatkan rumah baru yang layak.

Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat memahami bahwa satwa Orang utan termasuk dalam hewan /satwa yang dilindungi Undang -Undang, sehingga keberadaannya haruslah kita lestarikan bersama-sama. Diharapkan dengan adanya konferensi pers ini masyarakat luas sadar bahwa satwa liar seperti Bon-bon memang lebih baik hidup dalam habitat alaminya.