Taman Wisata Alam Panelokan

Profil Kawasan
Potensi Kawasan
Peta Kawasan

Kawasan ini ditunjuk sebagai hutan kekeran oleh raja-raja Bali dan dipangku oleh masyarakat desa di sekitar, terutama masyarakat Desa Buahan. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan hutan (boshce reserve) merupakan bagian dari kompleks hutan Penulisan yang berdasarkan Besluit Gubernur Belanda tanggal 29 Mei 1927 seluas ± 540 Ha. Luas kawasan TWA Panelokan berdasarkan SK Mentan No. 655/Kpts/Um/10/1978 tanggal 25 Oktober 1978 seluas 540 Ha, sedangkan luas definitif sesuai dengan hasil pengukuran oleh Sub Biphut Singaraja tahun 1982 menjadi 574,275 Ha. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.2846/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 16 April 2014 tentang Penetapan Kawasan Hutan pada Kelompok Hutan Gunung Abang Agung (RTK.8) seluas 14.857,17 Ha di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Luas TWA Panelokan adalah 574,27 Hektar.

Luas Kawasan
574,27 Hektar HA
Letak Kawasan
Kab. Bangli
Latitude
-8.284553
Longitude
115.364858
No SK
SK.2846/Menhut-VII/KUH/2014
Tanggal SK
2014-04-16
SK
Download
Peta SK
Download
Personil
Polhut
2
PEH
0
Penyuluh
0
Tenaga Pengaman Hutan Lainnya
5
Haria Lepas
0
Fungsional Umum
0
Masyrakat Mitra Polhut
30
Masyarakat Peduli Api
30

Flora
Berdasarkan hasil lnventarisasi Potensi tahun 2006 oleh Balai KSDA Bali dapat diketahui bahwa tanaman yang ada, merupakan Hutan Tanaman tahun 1964 sampai 1978, dengan jenis tanaman Ampupu (Eucalyptus urophylla), Puspa (Schima noronhae), Albisia (Albizia falcataria) dan Akasia (Acacia decurrens), walaupun dapat dijumpai tegakan alam yaitu Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana)  namun jumlahnya sangat sedikit dan tumbuh secara sporadis pada lokasi-lokasi yang sulit dicapai. Tanaman Pinus (Pinus merkusii) yang ditanam pada tahun  1966/1967 merupakan tanaman yang berasal dari permudaan pohon-pohon induk yang ditanam pada masa Hindia Belanda, tetapi karena adanya bencana alam gunung meletus, maka permudaan tersebut tidak banyak jumlahnya.
Pada blok-blok tanaman dimana tanaman campuran yang terdiri jenis Pinus (Pinus merkusii), Ampupu (Eucalyptus urophylla) dan Puspa (Schima noronhae). Pada areal sekitar enklave sampai ke a rah perbatasan Desa Suter terlihat dominasi tegakan Ampupu dengan diameter yang bervariasi diantara tegakan Pi nus dan Puspa.
Fauna
Dari hasil perjumpaan satwa mamalia terdiri dari:
Kijang (Muntiacus muntjak), Landak (Hystrix javanica) serta Trenggiling (Manis javanica). Sedangkan jenis aves yang dijumpai seperti Elang Laut (Haliaeetus leucogaster), Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus), Ayam Hutan (Gallus sp), Tekukur (Streptopeliachinensis), Prenjak (Prinia familiaris), Kepodang (Oriolus chinensis).